Gadget, Internet, Komputika, Otomotif, Serba-serbi

Inilah Kurang dan Lebihnya Generasi Milenial

, Author

Dunia ini tentunya terus bertumbuh. Begitu juga dengan generasi di dalamnya. Misalnya, kita kenal dengan generasi 60, 70, 80, hingga 90-an. Karena tahun 2000 adalah sebuah milenium baru, maka generasi tahun 2000-an pun disebut dengan generasi milenial.

Tentunya sangat banyak perbedaan generasi milenial dengan generasi pendahulunya. Perbedaan tersebut disebabkan karena adanya perbedaan budaya, dan terutama perbedaan tingkat kemajuan teknologi.

Kelebihan Generasi Milenial

Sebagai generasi teknologi, kaum milenial memiliki beberapa kelebihan yang agaknya cukup sulit ditemukan pada generasi sebelumnya. Berikut ini adalah keunggulan generasi milenial di masa kini:

  1. Kehebatan Ber-Multitasking

Generasi milenial memang sangat aktif. Mereka terbiasa melakukan beberapa hal sekaligus. Misalnya, mengerjakan tugas sambil chatting. Hal tersebut, akan terbawa ke dunia kerja, di mana generasi milenial cenderung lebih mampu menyelesaikan beberapa pekerjaan sekaligus.

  • Lebih Berwawasan

Arus informasi di era digital, tentunya jauh lebih deras. Generasi milenial kini bisa menemukan berbagai informasi dari aneka sumber. Bahkan, boleh dikatakan mereka tak lagi membutuhkan ‘guru’ untuk hal-hal tertentu. Sebab, mereka bisa menemukan nyaris apa pun di internet, namun tetap saja, kita harus sekolas dan belajar di peguruan tinggi ya.

Selain itu, generasi milenial juga lebih kritis terhadap banyaknya informasi. Mereka cenderung melakukan re-check terhadap informasi yang baru mereka terima.

Meski memang, tetap ada di antara mereka yang lebih mengedepankan emosi ketika menelan suatu informasi.

  • Kreatif

Generasi milenial tidak suka dengan keadaan yang itu-itu saja. Itu sebabnya, mereka cenderung lebih kreatif dalam berinovasi.

Egosentris generasi milenial, membuat mereka tak ingin disamakan dengan orang lain, sehingga akan menciptakan beberapa langkah baru yang kadang di luar dugaan.

Teknologi pun bisa dimanfaatkan oleh generasi milenial untuk menyelesaikan masalah di masyarakat. Mereka tinggal memposting suatu masalah, agar mendapatkan dukungan dari netizen. Efeknya, akan terjadi sebuah gerakan sosial instan yang masif.

Keren kan?

Hal Negatif Generasi Milenial

Kebaikan selalu bersanding dengan hal yang buruk. Begitu juga generasi milenial, yang juga memiliki sisi negatif. Simak beberapa hal berikut ini, yang ditengarai menjadi kesan negatif terhadap generasi milenial:

  1. Merasa Paling Pintar

Karena kemudahan mengakses informasi, generasi milenial cenderung merasa paling pintar. Hal ini berujung pada berkurangnya etika pada pribadi generasi milenial.

Tak percaya?

Coba saja Anda nilai cara anak atau keponakan Anda berinteraksi dengan orang tuanya.

Kepribadian semacam itu, menjadi sebuah batu sandungan bagi kaum ‘kekinian’. Sebab, ketika melamar pekerjaan, perusahaan akan lebih memilih mereka yang berkepribadian baik meskipun skill-nya pas-pasan.

  • Anti Sosial

Ada perbedaan signifikan antara cara ‘nongkrong’ anak jaman dulu dengan generasi milenial. Karena kemajuan teknologi, generasi milenial cenderung asik dengan gadget mereka ketika sedang berkumpul bersama teman.

Lucunya, mereka akan memposting ‘quality time with friends…’ di akun sosmed mereka.

  • Kurang Tangguh

Bukan secara fisik, tetapi secara mental. Generasi milenial cenderung melakukan segala sesuatu dengan instan. Tak jarang, mereka tidak menghargai prosesnya.

Hal itu membuat kebanyakan generasi milenial cepat putus asaha ketika menghadapi masalah.

  • Sulit Beradaptasi

Kesulitan beradaptasi ini berkaitan dengan poin sebelumnya. Generasi milenial cenderung menjadi kutu loncat ketika berada di dunia kerja. Sebab, dengan mudah mereka akan melirik perusahaan lain saat mereka merasa kurang nyaman.

Padahal, kemampuan adaptasi adalah salah satu poin dalam profesionalisme.

Demikianlah kelebihan dan kekurangan yang bisa dilihat pada generasi milenial. Paparan di atas memang tidak bersifat mutlak. Hanya saja, kelebihan dan kekurangan generasi milenial tersebut termasuk yang paling sering muncul di masyarakat.

Milenialkah Anda?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *